Kabar dari Seorang Teman

Layang Kangen 1Hari ini aku kangen banget sama teman-temanku di rumah.
Aku ingin pulang segera dan aku pasti berkumpul bersama kalian lagi.
Di sini aku hanya bisa berharap dan berharap.
Tapi aku Alhamdulillah bisa sabar, gak seperti aku saat masih di luar bersama kalian.
Di luar aku gak bisa bersabar, tapi hanya bisa minta dan harus dituruti.
Dari sini aku bisa belajar bersabar dan aku selalu dihibur sama teman-temanku.

Di sini ada perkumpulan dari Sahabat Kapas.
Semua orangnya menurutku baik semua. Dia juga selalu menghiburku.
Walaupun gak setiap hari dia ke sini.
Sahabat Kapas lah yang memberi semangat selama aku di sini.
Aku suka dengan kegiatan-kegiatan yang mereka berikan kepadaku.
Aku masuk di sini juga karena salahku sendiri.
Sebenarnya sih salah semua, tapi aku sadar aku itu laki-laki yang harus bisa tanggung jawab atas semua perbuatanku.
Aku juga sadar gara-gara pergaulan bebas aku bisa masuk sini.
Aku berjanji akan hidup lebih baik agar bisa menyenangkan kedua orang tuaku.

Buat Sahabat Kapas terima kasih telah selalu memberiku semangat.
Aku gak bisa membalas dengan apa-apa.
Aku hanya bisa membalas dengan kata terima kasih.
Tapi kata terima kasih ini bukan sembarang terima kasih. Terima kasihku yang kuucapkan dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Aku gak tahu apa jadinya aku apabila gak ada kalian semua yang menghiburku.

Buat teman-temanku, aku juga bisa membalas dengan terima kasih saja.
Semoga kalian tak lupa kepadaku.
Aku di sini yang rindu kalian.
Pokoknya aku sayang kalian semua.
Terima kasih sekali lagi teman.

Buat orang tuaku, aku minta maaf kepada kalian.
Aku yang bisa menyusahkan kalian saja.
Tapi aku berjanji akan hidup lebih baik setelah pulang dari sini.
Aku di sini pasti selalu berdoa untukmu semua agar sehat selalu.
Di sini, aku yang lagi kangen kalian semua.

Yang lagi dihukum penjara.
Ttd.

Ditulis oleh salah satu anak dampingan di Lapas Klas II B Klaten.

Surat Cinta dari Balik Terali Besi

Bulan Februari adalah bulan yang identik dengan cinta. Valentine yang dirayakan tiap tanggal 14 di bulan tersebut menjadi momen yang menginspirasi Sahabat Kapas untuk mengambil tema cinta di kegiatan dalam Lapas Klas II B Klaten tanggal 21 Februari lalu.

Seperti apa ya anak-anak di lapas mempersepsikan cinta? Apa jadinya jika mereka diminta untuk mengungkapkan perasaan cinta untuk orang tersayang dalam bentuk surat cinta?

Surat CintaAwalnya, anak-anak mengutarakan keberatan mereka ketika diminta menulis surat cinta. Mereka berpendapat bahwa surat cinta sudah sangat kuno di zaman serba canggih seperti sekarang ini. Telepon, sms, WA, dan berbagai aplikasi chatting lainnya menjadi pilihan yang lebih praktis dan mudah sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan cinta.

Penolakan mereka luntur setelah mendengar penjelasan dari para pendamping. Ungkapan cinta dalam bentuk surat dengan tulisan tangan sendiri akan mampu menyentuh hati orang yang dituju. Usaha penulis surat ketika memilih dan menuliskan tiap kata dalam surat cinta membuat surat cinta dengan tulisan tangan sendiri terkesan lebih personal.

Akhirnya, anak-anak pun bersemangat melalui proses menuliskan perasaan cinta mereka untuk orang tersayang. Apalagi setelah mereka melihat beberapa film tentang cinta yang mampu menggugah perasaan cinta dalam diri mereka.

Penasaran dengan isi surat cinta mereka? Dua orang anak mengijinkan kami memposting surat cinta mereka di blog ini.

Here they are…

Surat Cinta 2Bapak ibuku tercinta,
Ibu, aku minta maaf kalau selama ini aku tidak pernah menurut pada perkataanmu dan aku selalu tidak menurut. Makasih ibu yang semenjak kecil mendidik dan membesarkanku dan aku yang selalu tidak menurut. Mungkin kalau boleh aku pulang dari sini, akan memperbaiki semua sifatku dan tidak akan mengulangi lagi.
Dan buat adikku, jangan nakal seperti kakakmu ini yang hanya bisa membuat susah kepada orang tua. Terima kasih banyak ibuku yang selalu berkorban kepadaku. Maafkanlah kesalahan anakmu ini selama sejak kecil sampai sekarang.
I love you mom. Anakmu tercinta, hehehe…
Pengen kembali dan berkumpul bersama lagi dan tidak akan mengulangi lagi kesalahanku.

Surat Cinta 1

Aku yang lagi kangen.
Buat orang yang aku sayang. Semoga kalian di sana tidak lupa padaku. Aku di sini selalu mengingat kenangan-kenangan bersamamu. Jujur aku di sini sedih gak bisa bersama-sama kalian lagi.
Rasanya aku ingin cepat kembali berkumpul bersama kalian lagi.
Pokoknya aku sayang kalian. Aku rindu kalian.
Dari saya yang lagi dihukum.

Ditulis oleh Febi Dwi S. (Relawan Sahabat Kapas)

Mari Hentikan “Cap Negatif” pada Anak di Lapas

Pameran

Satu dari banyak cerita menarik dari Mbak Siswi dan Mbak Dian ketika mengikutkan karya anak di Lapas Klas II B Klaten pada pameran yang diselenggarakan di Semarang beberapa waktu lalu, membuat saya tersentak. Ternyata, masih ada saja orang yang “takut” terlihat berhubungan dengan anak di dalam lapas.

Dalam pameran tersebut, berbagai produk #OnJail dipamerkan dan dijual kepada khalayak umum. Jelas, tujuan kami mengikuti pameran adalah agar lebih banyak orang melihat karya anak di lapas sehingga masyarakat sadar bahwa meskipun di dalam lapas, dengan fasilitas yang jelas tidak selengkap di luar, anak-anak masih bisa berkarya. Karya mereka sangat layak disandingkan dengan karya anak-anak pada umumnya. Perjuangan dan karya mereka patut untuk mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat.

Akan tetapi, pada kenyatannya tidak semua orang mampu berpikir seperti itu. Masih saja ada orang yang “takut” secara terang-terangan mendukung perjuangan anak di lapas. Entah “takut” karena apa. “Takut” dicap sebagai orang yang “pro” kepada narapidana, mungkin? Entahlah.

“Kalau Anda beli produk kami, nanti kami akan foto Anda dan meng-upload-nya ke facebook kami.”

“Baik, baik. Saya beli ini.”

Tak berapa lama, pembeli tersebut datang lagi ke stand kami…

“Mbak, mbak… Setelah saya pikir-pikir, lebih baik foto saya jangan di-upload di facebook. Jangan ya mbak.”

Kenyataan itu membuat saya sadar, stigma yang berkembang di masyarakat mengenai narapidana maupun tahanan anak masih sedemikian negatifnya. Ternyata di luar sana, masih banyak orang yang “takut”, bahkan untuk sekedar “terlihat” membeli karya anak di lapas.

Banyak orang tidak paham bahwa sebagian besar anak yang mereka tuding sebagai pencuri, pencopet, dan penjambret itu adalah anak-anak dengan kesulitan ekonomi. Anak-anak tersebut mengambil benda-benda yang mereka inginkan hanya agar mereka bisa memiliki benda-benda yang juga dimiliki oleh teman-teman main/sebaya mereka. Kebanyakan, orang tua mereka sangat jarang bisa memberikan perhatian terhadap kebutuhan mereka. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan materi, sekedar meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama dengan mereka pun terkadang tidak bisa dilakukan oleh orang tua mereka.

Banyak orang yang tidak mau peduli dengan fakta bahwa kebanyakan anak dengan dakwaan pelecehan seksual itu adalah anak-anak yang sebenarnya melakukan free seks, pacaran yang “kebablasan”. Mereka adalah anak-anak di usia puber yang sudah selazimnya mulai berkenalan dan mencari tahu tentang segala hal mengenai kebutuhan seksual mereka. Sayangnya, mereka tidak mendapatkan cukup bimbingan untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka dengan cara yang benar.

Jadi, selalu ada sebab di balik perilaku “menyimpang” anak.

Kami, para relawan, tidak pernah sekalipun mendukung tindakan salah yang dilakukan oleh anak-anak di lapas. Kami mendengarkan mereka, mencoba memahami mereka, dan akhirnya mengajak mereka untuk mau berkarya dan berjuang bersama untuk menjadi orang-orang yang lebih baik. Kami merangkul mereka, bukan membenarkan perbuatan salah yang pernah mereka lakukan. Kami senantiasa berharap semoga lebih banyak orang yang tergerak hatinya untuk tidak menghakimi anak-anak di lapas. Paling tidak, berhenti memberikan “cap negatif” terhadap mereka.

Ditulis oleh Febi Dwi S. (Relawan Sahabat Kapas)

Behind The Scene : Cabe, Harga Sebuah Kebebasan

Juli adalah bulan istimewa untuk anak di Indonesia. Tak terkecuali #AnakdiLapas.
Mereka punya karya yg hendak di bagikan ke masyarakat luas.
FILM.

Cerita ini berasal dari aktifitas keseharian mereka, dibuat oleh mereka sendiri, dan ditujukan untuk anak-anak Indonesia.
Menarik.
Pesan nan sederhana dari balik tembok penjara tentang arti kebahagiaan.
Tayangan ini hanya cuplikan dari film CABE.

Nantikan film utuhnya ya…
Selamat Hari Anak Nasional

Kebahagian Bersama: Sebuah Pengalaman dalam Lapas

Kebahagian Bersama: Sebuah Pengalaman dalam Lapas

 IMG_1991

Saya adalah salah satu anak yang merasa senang dalam kegiatan kemaren bersama Sahabat Kapas dan kru Trans7. Kegiatan kemaren ada yang sangat beda dan membuat saya heran. Kegiatan kemaren adalah penampilan mbak Bungsu yang saya lihat sangat beda dari sebelumnya. Dia cantik dan indah jika dipandang, dan tentu saja tak akan pernah terlupakan.

Ada pengalaman yang berarti bagi saya yakni pengalaman yang mempertemukan saya dengan seorang dengan artis terkenal. Dia adalah Shahnaz Haque, seorang artis yang memperkenalkan namanya dan menyapaku serta berjabat tangan denganku.

Kegiatan syuting kemaren sangat membuat saya lelah dan ingin segera mengakhiri kegiatan itu. Namun saya juga merasa senang dalam kepedihan di dalam hatiku ini. Sebelumnya saya merasakan sedih, rindu, berfikir yang tidak- tidak, ingin bertemu kedua orangtua dan adikku, namun semua rasa itu terasa hilang saat aku menjalani kegiatan itu. Semua kepedihanku terasa hilang saat kebahagiaan datang menghampiri.

Ada seorang kru Trans7 yang menanyakan sebuah pertanyaan kepadaku dan tanpa keberatan aku menjawab semua pertanyaan itu. Sebuah jawaban yang jujur harus aku sampaikan padanya tanpa ada kebohongan saat aku menjawab semua pertanyaan itu. Tak terasa saat aku menjawab pertanyaan salah seorang kru, saya merasakan ada setetes air mata yang hinggap pada pipi kanan dan kiriku, air itu adalah air mata yang keluar dari mataku. Sebuah penyesalanlah dan kerinduan akan semua orang yang selalu membuat saya bahagia dan tertawa yang membuat air mata ini keluar. Aku rindu akan semua yang pernah berkata bijak padaku dan menasehatiku dalam amanah jiwa.

Tak lupa juga kedua orangtuaku yang sekarang ini masih setia menyayangiku meski semua terasa berbeda. Di penjaralah saat ini saya hidup dan sebuah kekecewaanlah yang aku berikan pada kedua orangtuaku. Ibuku pernah berkata kepadaku, “belajarlah dari sebuah sejarah, hidup ini tak akan lengkap tanpa ada sejarah dan perlu sejarah untuk menatap masa depan.” Dari sebuah sejarahlah saya belajar untuk lebih baik dari sebelumnya.

Kemaren adalah sejarah

Saat ini adalah pengalaman

Esok hari adalah masa depan

 

Dan saya harus menepati janjiku padanya, pada seorang kru Trans7, janji saya adalah harus lebih baik dari kemaren. Saat ini aku harus lebih baik dan menjadi seorang kakak dari adik- adikku serta menjadi contoh yang lebih baik.

Makasih dari saya seorang anak yang selalu ingin menjadi lebih baik.