Memberi Sudut Pandang Baru

Saya ingin membagikan pengalaman ini karena saya tidak ingin ada Sherly-Sherly lainnya yang berpikiran buruk terhadap mereka yang pernah salah dan berkonflik dengan hukum.

Sebelum mengenal Sahabat Kapas, saya adalah orang yang sangat penakut. Ketika ada orang asing yang tiba-tiba mendekat, secara otomatis saya merasa takut dan menjadi overthinking.

Hal-hal seperti ‘apakah orang ini akan menyakiti saya? apa yang orang ini akan lakukan terhadap saya?’ sangat mungkin terlintas di pikiran saya. Padahal, apa yang saya pikirkan belum tentu terjadi.

Berdamai dengan Diri Sendiri

Setelah hampir 2 tahun berkecimpung dan belajar dengan teman-teman Sahabat Kapas, perlahan saya tahu bagaimana cara mengatasi overthinking saya tadi. Pelan-pelan saya bisa mengubah mindset yang awalnya sangat penakut, menjadi jauh lebih bisa menerima keberadaan orang lain tanpa prasangka buruk yang berlebihan.

Sejak beraktivitas di Kapas, saya tidak lagi menjadi Sherly yang tertutup akan kehadiran orang baru di sekitar saya. Kini saya menjadi orang yang mampu untuk berdamai dengan diri sendiri dan pada akhirnya membuat saya bisa lebih terbuka untuk menerima orang baru. Bahkan, saya kini berusaha menjadi sahabat dan teman curhat bagi Anak yang berkonflik dengan hukum (ABH), yang sebelumnya sama sekali belum saya kenal.

Kuncinya ternyata adalah berdamai dengan diri sendiri untuk mengubah segala mindset buruk yang sudah ada dalam pikiran.

Menjadi Orang yang Lebih Peduli

Dengan berkegiatan bersama Sahabat Kapas, saya mulai menyadari bahwa kecemasan yang saya alami terhadap orang asing terjadi karena saya belum mengenal mereka dengan baik. Buktinya, ketika saya mencoba terbuka dengan ABH pada saat kegiatan pendampingan, saya menyadari bahwa sejatinya mereka adalah orang-orang baik yang hanya belum saya kenal. Mereka sangat perhatian dan ternyata bisa diajak untuk bekerja sama.

Semakin lama, semakin saya mafhum bahwa anak-anak dampingan Kapas sejatinya adalah orang-orang baik yang tidak tahu apa potensi dirinya dan terus bergulat dengan semua masalah di masa lalunya. Saya pun menyadari bahwa mereka benar-benar membutuhkan orang yang peduli serta mau mengakui bahwa mereka mampu dan bisa melakukan hal baik di masa depan.

Rupanya banyak sekali hal yang bisa saya ambil dan pelajari dari Sahabat Kapas tentang menghadapi kehidupan sosial. Saya belajar bagaimana saya harus bersikap ketika bertemu atau berinteraksi dengan orang baru. Saya juga melatih diri bagaimana harus bersikap dan bertindak ketika menjumpai orang yang mempunyai masalah berat.

Pun saya belajar bagaimana menyikapi perilaku anak-anak yang sudah terlewat batas dan mengantarkannya ke hal-hal negatif. Mereka membutuhkan kita, saya dan Anda yang percaya bahwa selalu ada kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik di masa depan.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.