Cara Ajaib Ajak Anak Berimajinasi Positif

Identitas Buku

Judul Buku                  : Keajaiban Mendongeng
Penulis Buku               : Heru Kurniawan
Tahun Terbit                : 2013
Penerbit                       : Bhuana Ilmu Populer
Tebal Buku                  : XVII + 144 halaman

Banyak dongeng yang kita dengarkan semasa kecil, terpatri rapi dalam ingatan hingga kita dewasa. Inilah cara ajaib dongeng untuk menyihir kita semua….
    Kita mungkin sering berpikir bahwa dongeng hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Nyatanya, setiap orang sejatinya adalah homo fabulans atau makhluk penyuka cerita. Manusia dilahirkan, dibesarkan, dan tumbuh dalam lautan beragam cerita. Kita pasti akan merasa senang dan terhibur dengan berbagai peristiwa imajinatif, seperti yang ada dalam dongeng. Tidak hanya mendengarkan, melalui dongeng kita dapat berimajinasi dan membangun dunia yang diceritakan dalam alam pikiran kita sendiri. Kita akan terdorong untuk mengolah dan menginterpretasikan dunia itu, kemudian menyimpannya dengan rapi dalam benak. Buku Keajaiban Mendongeng karya Heru Kurniawan dibuka dengan cukup apik mengenai potensi yang dimiliki oleh seseorang pada masa kanak-kanak (antara usia 2-13 tahun). Potensi yang dimiliki tersebut akan membawa kita pada pemahaman berapa pentingnya masa kanak-kanak bagi kehidupan seseorang. Hal ini agar kita dapat mempersiapkan hal-hal yang bisa dilakukan guna meningkatkan potensi tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan potensi seorang anak menurut Heru adalah dengan mendongeng. Menurutnya, dongeng memiliki kekuatan menakjubkan untuk menanamkan nilai-nilai moral sebagai penguatan potensi diri seseorang.

Mendongeng: Memperkuat Moral Anak

Dongeng dikatakan memiliki kaitan erat dengan penanaman moral. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, sebaiknya kita memilih dongeng yang seusai dengan perkembangan moral anak. Hal ini agar anak dapat memahami pesan moral dengan lebih mudah dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode mendongeng dapat dijadikan salah satu kegiatan pendampingan Sahabat Kapas untuk anak-anak yang berada di lapas. Dengan mendongeng, para fasilitator dapat membangun kedekatan dengan anak-anak di lapas. Selain sebagai sarana hiburan, mendongeng juga dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan berbagai pesan moral kepada anak. Anak-anak yang berada di lapas biasanya datang dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis. Bahkan, banyak di antara mereka yang tidak mengenal kasih sayang orang tua. Rasa kosong akan ketidakhadiran tersebut dapat sedikit demi sedikit diobati dengan cerita dalam dongeng. Selain itu, dengan mendongeng, anak-anak juga bisa diajak untuk berimajinasi secara positif. Dalam Keajaiban Mendongeng, kita akan disuguhi berbagai jenis dongeng beserta penjelasan mengenai usia peruntukannya. Selain memperhatikan tingkatan usia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menyajikan dongeng, khususnya untuk anak-anak. Menariknya, penjelasan-penjelasan tersebut disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, di setiap penjelasan terselip beberapa penggal kisah dongeng, sehingga dapat kita gunakan untuk berlatih mendongeng dengan menarik. Selamat membaca dan mari mendongeng!

Wayang Boneka : Makanan Sehat dan Cuci Tangan

Minggu, 17 Mei 2015 lalu, Sahabat Kapas bekerja sama dengan Yayasan Pangan Sehat Indonesia (YAPSI) mengadakan pertunjukan wayang boneka dengan tema makanan sehat dan cuci tangan untuk anak-anak sekitar kantor Sahabat Kapas. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan Dongeng Si Aksa : Sentuhan Aman yang berlangsung Februari 2015 lalu. Peserta kali ini berjumlah sekitar 20 anak dengan 8 kakak pendamping. Beberapa orang tua anak juga secara aktif ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam ini.

Anak-anak menyanyikan lagu 7 Langkah Cuci Tangan lengkap dengan gerakannya.
Anak-anak menyanyikan lagu 7 Langkah Cuci Tangan lengkap dengan gerakannya.

Anak-anak tampak antusias sedari awal kegiatan berlangsung. Secara suka rela anak-anak mengajukan diri setiap kali kakak pendamping meminta mereka berperan aktif di setiap sesi kegiatan. Bermain, memimpin berdoa, tanya jawab mengenai makanan sehat dan kurang sehat, bernyanyi, sampai praktik cuci tangan berlangsung dengan sangat seru tanpa kendala yang berarti.

11164736_1085283808151867_5458627729859752197_n

Ketika wayang boneka berlangsung, dimana Tintin dan Bimbim bercerita tentang kebiasaan jajan sembarangan dan tidak cuci tangan yang membuat Bimbim sakit perut, anak-anak dengan serius mendengarkan. Bahkan dengan lantang mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Tintin dan Bimbim kepada mereka di sela-sela wayang boneka berlangsung.

11059613_1085286161484965_3035988560026432438_n

Saat diminta mengelompokkan makanan ke dalam kategori sehat dan kurang sehat pun, setiap anak dengan semangat menempel satu-persatu gambar makanan yang telah disiapkan kakak pendamping. Pengelompokkan makanan tersebut dibahas bersama anak-anak untuk memberikan pengetahuan lebih jauh mengenai jenis makanan sehat dan kurang sehat serta alasan mengapa makanan menjadi kurang sehat.

Ada tujuh langkah untuk cuci tangan

Mulai dari depan hingga ke belakang

Sela-sela jari, kuku-kuku jari

Buku-buku jari, jempol, pergelangan

(7 Langkah Cuci Tangan)

11224228_1085284734818441_7383588643301170566_n

Lagu 7 Langkah Cuci Tangan yang diperkenalkan oleh kakak-kakak YAPSI dapat dinyanyikan dengan suka cita oleh anak-anak. Bahkan, dengan cepat anak-anak mampu menghafal gerakan-gerakan yang menyertai lagu tersebut. Praktik cuci tangan pun berlangsung dengan lancar.

Kakak-kakak pendamping berharap, setelah kegiatan ini, anak-anak lebih termotivasi untuk cuci tangan sebelum makan dan tidak jajan sembarangan lagi.

Ditulis oleh Febi Dwi S. (Relawan Sahabat Kapas)

Foto diambil dari facebook Sahabat Kapas : Solidaritas Kapas

Dongeng Si Aksa : Sentuhan Aman

“Selamat pagi, adik-adik!”, sapa para relawan Sahabat Kapas di hari Minggu yang cerah, 1 Februari 2015 lalu, kepada puluhan anak yang telah berkumpul di depan kantor Sahabat Kapas. Anak-anak dengan kisaran usia 4-8 tahun tersebut adalah anak-anak yang tinggal di sekitar kantor Sahabat Kapas. Mereka berkumpul untuk melihat pertunjukan boneka dalam acara Dongeng Si Aksa yang diadakan oleh para relawan Sahabat Kapas.

Keseruan setelah acara Dongeng Si Aksa : Sentuhan Aman berlangsung.
Keseruan setelah acara Dongeng Si Aksa : Sentuhan Aman berlangsung.

Acara tersebut bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak mengenai anggota tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Harapannya, hal ini dapat menghindarkan anak-anak dari kemungkinan menjadi pelaku maupun korban perbuatan asusila yang dilakukan oleh orang dewasa maupun teman sebaya.

Konsep sosialisasi dengan sasaran anak-anak dibuat berbeda dari sosialisasi yang pada umumnya dilakuan untuk orang dewasa. Oleh karenanya, konsep Pentas Boneka Tangan dan menonton film dilakukan dalam sosialisasi tersebut. Melalui penyampaian dengan media yang dekat dengan anak-anak, maka target dan tujuan yang diharapkan pun bisa lebih mengena.

Acara inti dimulai dengan menonton film “Kisah Si Aksa” dan “Kisah Si Geni” produksi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) didukung oleh UNICEF, yang menceritakan tentang bagaimana seharusnya anak bereaksi terhadap orang yang tidak dikenal, bagian-bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, serta bagaimana cara yang harus dilakukan ketika ada yang menyentuh di bagian yang seharusnya tidak boleh disentuh tersebut. Dengan gambar yang menarik serta alur dan bahasa yang mudah dipahami, anak-anak mampu mencerna maksud dari kedua film tersebut.

10984489_1029824833697765_5736179094236867921_nAcara dilanjutkan dengan dongeng dan tanya jawab bersama anak-anak dengan menggunakan boneka tangan yang dilakonkan oleh relawan Sahabat Kapas. Dongeng pertama Si Aksa tersebut berkisah tentang anggota tubuh mana yang boleh dan tidak boleh dilihat maupun disentuh orang lain, himbauan untuk tidak buang air kecil di depan umum sehingga anak-anak tidak membuka celana mereka di depan umum, dan cara meminta tolong ketika ada orang yang menyentuh anggota tubuh yang tidak boleh disentuh.

Karakter boneka yang lucu dan sangat dekat dengan anak-anak mendorong anak-anak untuk lebih aktif berpartisipasi ketika sesi tanya jawab berlangsung. Anak-anak manjadi tergelitik dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Si Aksa, salah satu karakter dalam Dongeng Si Aksa, hingga akhirnya mereka menyampaikan hal-hal penting yang berhubungan dengan pengalaman mereka mengenai sentuhan aman.

Anak-anak semakin bersemangat ketika Si Aksa meminta mereka maju ke depan dan menunjukkan anggota-anggota tubuh mana saja yang termasuk dalam anggota tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh. Dari hasil kegiatan sederhana tersebut, terlihat jelas bahwa sebagian besar anak-anak sudah memahami anggota tubuh mereka, siapa saja yang boleh dan tidak boleh melihat maupun menyentuh beberapa anggota tubuh mereka, serta bagaiamana cara meminta tolong ketika ada orang yang menyentuh anggota tubuh yang tidak boleh disentuh.

10931078_1027077080639207_8989159517793255418_n

Data yang didapatkan dari kegiatan tersebut akan menjadi bahan untuk Sahabat Kapas komunikasikan kepada para orang tua anak-anak yang tergolong rentan menjadi korban maupun pelaku tindakan asusila. Besar harapan dari Sahabat Kapas agar nantinya tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban maupun pelaku dari perbuatan yang tidak baik. Termasuk perbuatan asusila dan kekerasan seksual yang akan mengancam masa depan anak-anak Indonesia.

Salam.

Ditulis oleh N. Yukamujrisa (Relawan Sahabat Kapas)

Foto diambil dari facebook Sahabat Kapas : Solidaritas Kapas.