Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender untuk Remaja LPKA

Pekan lalu, Sahabat Kapas telah melaksanakan konseling kelompok pencegahan kekerasan berbasis gender bersama remaja di LPKA. Pelaksanaan konseling kelompok di tengah pandemi sedikit berbeda karena dilakukan melalui 2 metode. Rabu, 8 Juli 2020 konseling kelompok dilakukan secara tatap muka di LPKA Kutoarjo. Sedangkan Kamis, 9 Juli 2020 konseling kelompok dilakukan secara tatap layar (zoominar) di LPKA Yogyakarta.

Kegiatan konseling selama pandemi di LPKA.

Tahun 2020 menjadi tahun ketiga dilakukannya konseling kelompok. Setelah 2018 diujicobakan di LPKA Tangerang dan Kutoarjo. Lalu 2019 diimplementasikan di LPKA Kutoarjo dan LPKA Yogyakarta. Hingga tahun ini kembali dilakukan di 2 LPKA implementator tersebut. Konseling kelompok dilakukan dengan mengacu pada modul konseling kelompok pencegahan kekerasan berbasis gender yang telah diluncurkan akhir tahun lalu. Modul yang berisi materi tentang pencegahan kekerasan berbasis gender dan hak kesehatan seksualitas dan reproduksi ini ditujukan bagi para remaja di LPKA. Hal tersebut dilakukan agar peserta konseling mampu menginternalisasi nilai-nilai adil gender dan teredukasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang masih sangat minim bisa mereka dapatkan. Dampak dari konseling kelompok ini bisa dirasakan setelah anak selesai melakukan 13 sesi konseling. Entah mereka masih berada di dalam LPKA atau sudah bebas, mereka berhak untuk ubah perilaku menjadi lebih baik. Mereka berlatih untuk dapat mengelola emosi hingga menumbuhkan empati remaja pelaku kekerasan pada korban agar tidak mengulangi kekerasan di kemudian hari. Implementasi ini dilakukan pada 15 anak LPKA Kutoarjo dan 7 anak LPKA Yogyakarta, yang sebelumnya telah diseleksi dan diasesmen melalui konseling individu.

Sesi pertama ini menjadi sesi yang sangat menyenangkan karena peserta dapat berkenalan lebih dekat dengan para pendamping dari Sahabat Kapas dan petugas pendamping. Para pendamping konseling kelompok ini, mereka yang sudah dilatih tentang teknik konseling, kekerasan berbasis gender serta hak kesehatan seksualitas dan reproduksi (HKSR). Siang itu suasana ruang konseling sangat ramai oleh lantunan lagu anak untuk mengiringi games perkenalan “Aku Kece”. Serta tak kalah menariknya dengan games “Kenal-kenalan” ketika tiap anak dan petugas diminta menuliskan 3 hal paling berkesan saat pertama kali bertemu dengan masing- masing orang dalam lingkaran aman konseling. Kegembiraan para remaja peserta konseling tidak akan berhenti di sesi ini saja karena masih ada 12 sesi selanjutnya yang pastinya akan lebih seru.

You Might Also Like

Published by

admin

Sahabat Kapas adalah organisasi nonpemerintah dan nonprofit, yang berkedudukan di Karanganyar, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.