Exemple
Diskusi Film

Diskusi Film

Satu minggu lalu, tepatnya hari Minggu, 10 Agustus 2014, Sahabat Kapas dan Forum Anak Punggawan bersama Kelompok 13 KKN UNS mengadakan kegiatan nonton bareng dan diskusi. Kegiatan ini bertempat di Aula SMK Marsudirini Punggawan Solo.

Pukul 16.00 WIB, kegiatan yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Remaja Internasional yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus ini dimulai. Suasana Aula SMK Marsudirini ramai oleh anak-anak dari Forum Anak Punggawan yang menamai diri mereka Pandawa, beberapa tokoh masyarakat di wilayah Kelurahan Punggawan, relawan Sahabat Kapas, dan kakak-kakak dari Kelompok 13 KKN UNS.

Acara dimulai dengan beberapa sambutan dan permainan yang bertujuan agar seluruh peserta bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan sore itu. Tidak ada lagi peserta yang jaim dan malu-malu ketika Mas Febri dan Mbak Bungsu, relawan Sahabat Kapas, mengajak mereka bernyanyi dan menggerakkan badan.

Film berjudul “Luput, Mat!” dan “Buku untuk Sahabat” yang diputar sore itu berhasil menarik perhatian seluruh peserta. Tawa dan celetukan komentar tentang film tersebut terdengar selama film diputar. Dua film tersebut diambil dari Kompilasi Film Jalan Remaja dari Komunitas Kampung Halaman.

Diskusi Film 1

Selesai nonton film, peserta diajak berdiskusi tentang film tersebut. Dari diskusi yang berlangsung, semakin jelas bahwa peserta memperhatikan cerita dari kedua film yang diputar dan mampu mengaitkannya dengan lingkungan mereka sehari-hari.

Peserta dibagi jadi 4 kelompok dan dinamai sesuai dengan Hak Anak, yaitu Hak Hidup, Tumbuh kembang, Perlindungan dan Partisipasi. Lalu, masing-masing kelompok diberi tugas untuk membuat yel-yel untuk menunjukkan kekompakan dan kreativitas mereka. Waktu dua menit yang diberikan untuk membuat yel-yel memaksa masing-masing anggota kelompok untuk kreatif. Hasilnya, yel-yel unik dari tiap kelompok membuat suasana semakin seru.

Selanjutnya, masing-masing kelompok diminta untuk mendiskusikan masalah yang ada di lingkungan sekitar peserta. Dari diskusi ini, terungkap beberapa masalah di lingkungan sekitar anak terkait Hak Hidup, Tumbuh kembang, Perlindungan dan Partisipasi. Masalah tersebut adalah tentang masih minimnya pemberian ASI yang merupakan hak bayi (Hak Hidup), rokok & miras yang telah menjadi hal wajar di kalangan anak-anak dan nongkrong di jam belajar (Tumbuh Kembang), bullying di lingkungan rumah dan sekolah (Perlindungan), serta masih minimnya partisipasi anak dalam pemilihan jurusan sekolah atau kuliah (Partisipasi).

Luar biasa, peserta yang berusia sekitar 10 – 18 tahun sudah mampu menemukan masalah di lingkungan sekitarnya. Bahkan, tidak hanya menemukan masalah. Mereka juga mampu mengungkapkan penyebab dari masalah tersebut dan menemukan solusi yang mungkin diambil. Proud of them!

Ternyata, dari kegiatan sederhana, kita bisa mendapatkan banyak informasi dari anak mengenai permasalahan mereka, ya. Kita jadi bisa mendengar dan akhirnya memahami permasalahan mereka. Serunya, kita juga bisa mendiskusikannya untuk bersama-sama mencari solusi atas masalah mereka. Kalau kegiatan dalam format diskusi berkelompok seperti ini masih terkesan terlalu sulit untuk dilakukan, kita bisa kok mengajak anak untuk ngobrol santai saat makan bersama atau nonton TV, misalnya. Selipkan pertanyaan-pertanyaan tentang keseharian mereka di sekolah, apa saja kegiatan yang mereka lakukan bersama teman-teman mereka, dsb. Jadi, untuk para orang tua dan orang dewasa, yuk jaga komunikasi efektif dengan anak agar kita semakin memahami permasalahan anak.

 

Ditulis oleh Febi (Relawan Sahabat Kapas)

Sahabat Kapas adalah organisasi nonpemerintah dan nonprofit, yang berkedudukan di Karanganyar, Jawa Tengah.