Kunci Menjadikan Anak Cerdas dan Percaya Diri

Kunci Menjadikan Anak Cerdas dan Percaya Diri

Oleh Kelvin Rivalna Akbar*

Setiap anak dilahirkan dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Rasa ingin tahu tersebut yang mendorong anak untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya. Sayangnya, banyak orang tua yang kewalahan ketika menghadapi rasa ingin tahu anaknya. Bahkan, tak jarang orang tua sebal dan menyuruh anaknya untuk tidak banyak bertanya macam-macam. Respons orang tua yang demikian akan memunculkan rasa takut dan rasa tidak percaya diri pada anak. Acapkali orang tua enggan menjawab rasa penasaran anak sehingga rasa ingin tahunya terpatahkan. Hal ini akan memunculkan rasa takut dan kurang percaya diri untuk bertanya lagi.

Berikan Perhatian

Respons yang tidak menyenangkan membuat harapan orang tua agar anak belajar dan menjadi pintar secara tidak langsung terpatahkan oleh mereka sendiri. Terkadang orang tua merasa terlalu lelah setelah bekerja dan memilih istirahat dengan bermain smartphone daripada bermain dengan anak-anak. Anak kenyang merupakan indikator orang tua bahwa dia sudah menyelesaikan tanggung jawabnya. Padahal, seharusnya ketika orang tua pulang yang dilakukan adalah mencium sang anak dan menyapanya dengan memberi penghargaan.

Ajak Anak Bermain

Mengajak anak bermain merupakan salah satu fasilitas untuk berkembangnya pikiran anak. Kerena ilmuwan mengatakan bahwa bermain adalah belajar untuk anak. Dengan bermain, secara tidak langsung anak belajar apalagi bermain dengan orang tua. Orang tua akan lebih tahu mengenai anaknya dan menumbuhkan kelekatan dengan sang anak. Ketika anak bertanya, orang tua harus berusaha untuk memberikan penjelasan terbaik untuk anaknya. Penjelasan sebaiknya sesuai porsi anak-anak. Misal anak bertanya “kenapa kalau malam gelap” jawab saja “karena matahari sedang tidur, jadi digantikan dengan bulan yang tidak memiliki cahaya”.

Berikan Pujian dan Penghargaan

Memberikan pujian kepada anak atas usahanya juga dapat secara tidak langsung mengangkat harga diri anak. Sehingga anak akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Penghargaan yang dimaksud tidak dengan membelikan sepatu atau sesuatu yang berbentuk fisik. Cukup katakan kepada anak “Wah hebat, keren, kece, pintar, rajin, dst” akan meningkatkan kepercayaan diri sang anak sehingga anak berkembang menjadi anak yang positif. Katakan hal baik ketika anak melakukan hal baik dapat meningkatkan perilaku baik juga. Karena perubahan yang baik dan disertai pujian yang baik maka perilaku yang baik itu akan meningkat.

Tunggu Kehadiran #GerobakKopiOnjail Segera

“Leadership is not about titles, positions, or flow charts. It is about one life influencing another”  – John C. Maxwell

 

Sahabat Kapas (diwakili Dian Sasmita) sangat beruntung mendapat kesempatan belajar mengenai Active Citizen for Social Enterprise yang diselenggarakan oleh British Council dan Fakultas Ekonomi UGM pada awal 2018 lalu. Active citizen adalah program pelatihan kepemimpinan sosial yang mempromosikan dialog antarbudaya dan pembangunan sosial, serta diinisiasi oleh masyarakat/komunitas. Program ini telah berjalan lebih dari sembilan tahun di 68 negara (dicuplik dari laman Facebook British Council Indonesia).

Pelatihan selama empat hari tersebut banyak membuka mata tentang esensi dari usaha sosial yang berbeda jauh dengan usaha bisnis murni. Nilai yang berdampak secara sosial dan lingkungan adalah hal yang istimewa Continue reading “Tunggu Kehadiran #GerobakKopiOnjail Segera”